Tag

, , , , , , , , , , , , , , , ,

Musim 2011-2012 telah berlalu bagi klub-klub liga top Eropa. Ada banyak kesan yang ditinggalkan musim tersebut bagi para bola mania di negeri ini. Mulai dari scudetto mengejutkan Juventus dengan rekor unbeaten sepanjang musim, kudeta oleh si tetangga berisik, Manchester City atas Manchester United, hingga Chelsea yang sejak awal –terutama mulai babak semifinal– tidak diunggulkan, berhasil merajai kompetisi antar klub paling bergengsi di Benua Eropa, Europa Champion League.

Satu hal yang menarik, di balik sukses klub-klub tersebut dalam menikmati gelar yang telah mereka tahun ini, berdiri sosok pelatih yang cukup menarik perhatian media. Baik itu sepak terjangnya, latar belakangnya, maupun kisah kontroversial selama karir mereka. Tulisan ini akan mengulas sedikit tentang pelatih-pelatih sukses musim ini, dilihat dari tropi yang telah mereka dapatkan untuk klubnya.

1. Antonio Conte – Juventus

Antonio Conte

Antonio Conte adalah mantan gelandang sekaligus kapten Juventus sejak musim 1991 hingga 2004. Ia sukses menukangi Juventus dengan raihan gelar scudetto serie A musim ini. Ini tentunya sangat spesial mengingat beberapa musim belakangan mereka terpuruk setelah kasus calciopoli yang menimpa Juventus. Ada nilai spesial dari sepak terjang mereka musim ini, yaitu rekor tak terkalahkan –unbeaten– sepanjang musim di liga. Rekor unbeaten di semua kompetisi sebenarnya berpeluang mereka raih, andai mereka tak kalah dari Napoli di final Copa Italia sebagai pertandingan terakhir musim ini.

Antonio Conte di Juventus sempat mengundang cibiran di awal musim berkaitan kebijakan transfernya, dengan mengontrak Andrea Pirlo yang sudah tidak muda lagi dan kenyataan bahwa dia terbuang dari di klub asalnya, AC Milan. Namun Pirlo membuktikan dia masih bisa menjadi jenderal lapangan tengah Juventus, didampingi oleh Arturo Vidal yang merupakan transfer sukses musim ini, dan Claudio Marchisio. Mereka bertiga menjadi tumpuan kekuatan di lini tengah Juventus musim ini.

2. Roberto Mancini – Manchester City

Roberto Mancini

Pada musim ketiganya di Manchester City, Roberto Mancini sukses mempersembahkan gelar Premier League untuk klubnya. Ini merupakan gelar keduanya setelah pada musim lalu Ia memberikan gelar piala FA untuk City. Tropi Premier League musim ini terasa cukup fenomenal, jika dilihat dari persaingan menuju gelar tersebut antara Manchester City dan Manchester United. Hingga penentuan juarapun harus menunggu hingga pertandingan terakhir di liga. Walaupun poin akhir sama, namun City unggul selisih gol atas United.

Roberto Mancini cukup menyita perhatian sepanjang musim, selain karena gelontoran anggaran belanja pemain dari Syeikh Mansour yang membuatnya dapat membajak beberapa pemain bintang, juga terkait dengan perseteruannya dengan striker asal Argentina, Carlos Teves. Ia juga cukup direpotkan dengan ulah bengal anak didiknya yang sama-sama berkebangsaan Italia, Mario Balotelli. Akan tetapi hingga akhir musim, Mancini sukses memadukan para pemainnya yang notabene bintang-bintang dengan ego tinggi menuju tangga juara. Satu catatan spesial yang memantapkan keunggulannya atas United adalah dua kemenangan di pertandingan liga musim ini atas tim asuhan Sir Alex Ferguson, Manchester United.

3. Roberto Di Matteo – Chelsea

Roberto Di Matteo

Sebagai pelatih ad-interim, Di Matteo cukup mengejutkan publik sepakbola. Ia menggantikan Andre Villas Boas yang dipecat Abramovich pada awal maret lalu, menyusul prestasi Chelsea yang kurang memuaskan menjelang akhir musim, serta kabar perseteruannya dengan beberapa pemain senior Les Blues. Pemecatan AVB ternyata membawa berkah bagi pria Italia berwajah asiatik ini, yang saat itu berstatus asisten pelatih, untuk menjadi caretaker Chelsea.

Dalam waktu kurang dari tiga bulan, Di Matteo sukses memberikan dua gelar bagi Chelsea yaitu tropi piala FA yang diraihnya dengan mengalahkan Liverpool di final, dan tropi Liga Champion Eropa dengan mengalahkan Bayern Muenchen. Di sini terdapat kisah fenomenal Di Matteo, ketika Abramovich begitu mendambakan tropi Liga Champion Eropa, pelatih-pelatih besar seperti Jose Mourinho, Felipe Scolari, Carlo Anceloti, hingga Gus Hiddink gagal memberikannya. Justru sosok pelatih pengganti –ad interim-, Roberto Di Matteo yang akhirnya mempersembahkannya, ini tanpa dinyana, tanpa diduga

4. Diego Simeone – Atletico Madrid

Diego Simeone

Sebagai pelatih, Diego Simeone sukses meraih gelar Europa League 2012 bersama Atletico Madrid. Gelar ini juga pernah Ia raih ketika masih berstatus pemain Internazionale Milan pada tahun 1998, ketika kompetisi masih bertajuk Piala UEFA. Simeone bertindak sebagai manajer Atletico Madrid sejak Desember tahun lalu menggantikan pelatih sebelumnya, Gregorio Manzano. Di gelaran final Europa League ini, Simeone sukses mengalahkan Marcelo Bielsa yang notabene seniornya, sebagai pelatih Athletic Bilbao.

Iklan