Tag

, , , , , , , , , , , ,

Maskot Piala Eropa 2012

Dalam hitungan hari, hajatan Piala Eropa 2012 yang akan digelar di Polandia dan Ukraina segera dimulai. Untuk itu tentunya menarik apabila kita mengulas kembali sejarah atau awal mula bergulirnya kompetisi sepakbola antar negara di benua Eropa ini. Berikut ini secara singkat akan diulas mengenai sejarah kompetisi empat tahunan tersebut. Cekidot…

Berawal dari ide Sekretaris Federasi Sepakbola Perancis (FFF) Henri Delaunay pada akhir dekade 1920-an, sejarah Piala Eropa dimulai. Pada saat itu, Delaunay melihat ada ketidakseimbangan kekuatan antara Eropa dan Amerika Latin, dimana sepakbola negara-negara Amerika Latin terlalu kuat bagi Eropa. Diantaranya raihan medali emas Uruguay di Olimpiade 1924 dan 1928, berlanjut ditunjuknya Uruguay sebagai tuan rumah Piala Dunia I tahun 1930 sebagai penghormatan atas prestasinya.

Ide Delauney ini sebenarnya cukup simple dan sederhana, yaitu meningkatkan prestasi sepakbola negara-negara Eropa dengan memperbanyak frekuensi pertandingan negara-negara Eropa melalui kompetisi antar negara. Akan tetapi, ide Delauney tidak serta merta disambut oleh UEFA (Persatuan sepak bolanya Eropa). UEFA malah menggelar kejuaraan antar klub Eropa yang dikemudian hari kita kenal sebagai Piala Champions, Piala UEFA dan Piala Winners mulai 1954.

Hal ini tentunya membuat Delauney kecewa, hingga jatuh sakit dan meninggal dunia pada November 1955. Meninggalnya Delauney, yang merupakan salah satu sesepuh sepak bola Eropa ini justru mempopulerkan kembali idenya. Dalam kongres UEFA 1957, ide lawas Delauney itu akhirnya disetujui. Kongres juga memutuskan Perancis sebagai tuan rumah Piala Eropa yang pertama tahun 1960 sebagai bentuk penghormatan kepada Delauney. Pada ajang ini, Uni Soviet (kini Rusia) yang menjadi juara setelah mengandaskan Yugoslavia dengan skor 2-1 melalui perpanjangan waktu.

Sejak hajatan Piala Eropa mulai digelar  pada 1960 hingga pagelaran terakhir pada 2008 lalu, sejarah-sejarah pentingpun terjadi. Diantaranya adalah keterlibatan UEFA secara politis terhadap Yugoslavia, dengan dikeluarkannya larangan mengikuti perhelatan Piala Eropa 1992. Padahal sebelumnya negara tersebut telah lolos kualifikasi ke putaran final. Kebijakan ini disebabkan adanya sanksi internasional oleh PBB terhadap Yugoslavia, yang pada saat itu (1990an) sedang diguncang konflik dan di ambang perpecahan pasca runtuhnya Uni Soviet.

Pembatalan keikutsertaan Yugoslavia membawa berkah bagi tim lain. Denmark yang sebelumnya berada di posisi ketiga babak kualifikasi, otomatis naik ke posisi kedua dan lolos ke putaran final Piala Eropa 1992 menggantikan posisi Yugoslavia. Kesempatan itu tidak disia-siakan oleh Denmark. Tim ini yang sebelumnya sama sekali tidak diunggulkan mengingat statusnya hanya sebagai tim pengganti, justru meledak dan menggilas Jerman di final dengan skor 2-0 untuk menjadi kampiun Piala  Eropa 1992. Hal inilah yang melatarbelakangi julukan Denmark sebagai Tim Dinamit.

Sejarah lain diantaranya terjadi pada pagelaran Piala Eropa 2008, dimana tropi Piala Eropa – sebelumnya selalu identik dengan UEFA European Championship- diganti dengan tropi Henry Delaunay. Penggantian tropi ini sebagai penghormatan atas perjuangan seorang Henry Delaunay yang secara gigih terus meningkatkan persepakbolaan Eropa. Iker Cassilas adalah kapten tim nasional Spanyol yang pertama kali berhasil mengangkat tropi ini, setelah sebelumnya Spanyol mengandaskan Jerman dengan skor 1-0 pada final Piala Eropa 2008.

Iklan